Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk !

Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk ! sgenk.blogspot.com, catatan saya kali ini tentang Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk !,semoga sedikit memberikan manfaat buat pembaca

Judul artikel : Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk !
Link artikel : Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk !

lihat juga


Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk !

Algoritma
cuma mengingat kembali pelajaran sekolah yang terlupakan.
pelajaran algoritma ini dulu membikin pusing kepala, tapi setelah di ulang lagi dan dipahami
mungkin agak sedikit fresh.
ngemeng ngemeng kenapa aku jadi tertarik mempelajari kembali bilangan bilangan ini,
karena setelah ngoprek ngoprek applikasi pada ponsel, ternyata menemui bilangan bilangan yang aneh
dan setelah sedikit memahaminya ternyata bilangan bilangan itu tak lain adalah bilangan bilangan kode kode
pemrogaraman applikasi tersebut. Dan ternyata bilangan bilangan tersebut pernah di ajarkan oleh pak guru matematika


saat duduk di bangku SMP,, lupa-lupa, lupa-lupa lagi angka angkanya (koeburan)
ya udah langsung saja buka tabelnya neh:






































































































BinerOktalDesimalHexadesimal
0000000
0001111
0010222
0011333
0100444
0101555
0110666
0111777
10001088
10011199
10101210A
10111311B
11001412C
11011513D
11101614E
11111715F

SISTEM BILANGAN BINER
Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1.
Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17.
Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital.
Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal.
Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit.
Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit.
Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII (American Standard Code for Information Interchange) menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.
Contoh menghitung nilai biner;
Pertanyaan !
10(desimal) = ????? (biner)
Penyelesaian
Karena bilangan basis 2 maka :
10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner),
5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner),
2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner),
1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (0 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis,
sehingga bilangan biner dari 10 = 1010
atau dengan cara yang singkat 10:2=5(0),5:2=2(1),2:2=1(0),1:2=0(1)sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010

sekarang di test 1010(biner)= ??? desimal
1010 = (1 x 23) + (0 x 22) + (=1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 0 + 2 + 0
= 10

Oktal

Oktal atau sistem bilangan basis 8 adalah sebuah sistem bilangan berbasis delapan.
Simbol yang digunakan pada sistem ini adalah 0,1,2,3,4,5,6,7.
Konversi Sistem Bilangan Oktal berasal dari Sistem bilangan biner yang dikelompokkan tiap tiga bit biner dari ujung paling kanan (LSB atau Least Significant Bit).

Heksadesimal
Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol.
Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan menggunakan huruf A hingga F.
Nilai desimal yang setara dengan setiap simbol tersebut diperlihatkan pada tabel berikut:






































































































































































































































































































0hex=0dec=0oct0000
1hex=1dec=1oct0001
2hex=2dec=2oct0010
3hex=3dec=3oct0011
4hex=4dec=4oct0100
5hex=5dec=5oct0101
6hex=6dec=6oct0110
7hex=7dec=7oct0111
8hex=8dec=10oct1000
9hex=9dec=11oct1001
Ahex=10dec=12oct1010
Bhex=11dec=13oct1011
Chex=12dec=14oct1100
Dhex=13dec=15oct1101
Ehex=14dec=16oct1110
Fhex=15dec=17oct1111


Konversi bilangan heksa ke desimal

Sebagai contoh, bilangan heksa 10E yang akan dikonversi ke dalam bilangan desimal.
Digit-digit 10E dapat dipisahkan dan mengganti bilangan A sampai F (jika terdapat) menjadi bilangan desimal padanannya.
Pada contoh ini, 10E diubah menjadi barisan: 1,0,14 (E = 14 dalam basis 10)
10E = 1 x 162 + 0 x 161 + 14 x 160
10E = 256 + 0 + 14
10E = 270

Konversi dari desimal ke heksadesimal

Sedangkan untuk mengkonversi sistem desimal ke heksadesimal caranya sebagai berikut (kita gunakan contoh sebelumnya,
yaitu angka desimal 270):
270 dibagi 16 hasil: 16 sisa 14 ( = E )
16 dibagi 16 hasil: 1 sisa 0 ( = 0 )
1 dibagi 16 hasil: 0 sisa 1 ( = 1 )
Dari perhitungan di atas, nilai sisa yang diperoleh (jika ditulis dari bawah ke atas) akan menghasilkan : 10E
yang merupakan hasil konversi dari bilangan desimal ke heksadesimal itu.



Demikian catatan saya tentang Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk !

Catatan Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk !, semoga dapat memberikan manfaat.

Anda sedang membaca catatan Belajar Algoritma lagi yuuuuukkk ! dan catatan ini url permalinknya adalah http://sgenk.blogspot.com/2009/06/belajar-algoritma-lagi-yuuuuukkk.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.